CEGAH RADIKALISME DAN POLITISASI MASJID, KAPOLDA KUMPULKAN SELURUH TAKMIRUL MASJID

Tribratanews.polri.go.id – Polda Gorontalo, Dalam rangka mencegah penyebaran radikalisme dan juga pemanfaatan masjid untuk kepentingan politik praktis, Senin 11/5/2018 pukul 16.00 wita, Kapolda Gorontalo mengumpulkan seluruh Takmirul Masjid yang berasal dari 3 wilayah Kabupaten dan Kota yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan tersebut dibalut dengan acara kegiatan buka puasa bersama.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolda, Wakil Gubernur Gorontalo, Danrem 133 Nani Wartabone, Kabinda , Para PJU Polda dan 3 Kapolres, para personel Polda Gorontalo dan para Takmirul.Masjid dari Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo dengan jumlah peserta kurang lebih 300 orang.

Dalam sambutannya Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs. Rachmad Fudail MH mengatakan bahwa peran Takmirul masjid sangatlah penting dalam rangka memakmurkan masjid.

“Peran Takmirul Masjid sangatlah penting dalam upaya membuat masjid makmur dengan berbagai kegiatan ibadah yang diselenggarakan, namun demikian saat ini ancaman teroris yang terjadi berawal dari pengaruh radikalisme,oleh karenanya peran Takmirul Masjid sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran radikalisme yang memanfaatkan masjid sebagai sarananya,”terang Kapolda.

Selain itu Kapolda juga mengatakan bahwa masjid sebagai tempat ibadah untuk menyatukan umat bukan untuk mencerai berai akibat politik praktis.

“Masjid adalah tempat umat muslim beribadah meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, melalui kegiatan ibadah ini umat muslim bersatu, namun apabila masjid dipolitisasi maka yang terjadi adalah perpecahan/ penceraiberaian hingga menimbulkan konflik, oleh karena itu jangan sampai masjid digunakan untuk politik praktis,” jelas Kapolda.

Sementara itu Kabid Humas Akbp Wahyu Tri Cahyono,SIK menjelaskan bahwa dalam rangka mencegah penyebaran radikalisme di wilayah Propinsi Gorontalo, Polda Gorontalo telah menggelar berbagai kegiatan.

“Kita dalam mencegah penyebaran radikalisme telah melakukan berbagai kegiatan antara lain pembinaan penyuluhan sekaligus patroli dialogis yang diemban oleh para Bhabinkamtibmas didesa- desa maupun sabhara, selain itu ada juga program I’tikaf 1000 masjid, Binluh terhadap masyarakat pesisir pantai oleh Dit Polair, dan kegiatan mengumpulkan seluruh Takmirul Masjid ini merupakan salah satunya, jelas Wahyu.

“Selain itu kegiatan mengumpulkan para Takmirul masjid ini digelar untuk mencegah politisasi masjid, masjid jangan dijadikan sebagai alat kampanye politik praktis, masjid untuk tempat ibadah, selayaknya digunakan untuk menyebarkan sesuatu hal yang berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan, bukan untuk kampanye,” kata Wahyu.

Penulis  : Wahyu Tri Cahyono

Editor    : Mulyono

Publish  : Firdha

Sri Firda Ulfiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X