TIM GEGANA SATBRIMOB GORONTALO AMAN TAS MENCURIGAKAN

Tribratanews.polri.go.id – Polda Gorontalo, Dampak kejadian di Jakarta dan Surabaya terkait serangan teroris ternyata menimbulkan trauma bagi masyarakat di wilayah Gorontalo terbukti Selasa 15 Mei 2018 sekitar pukul 10.00 wita di Kompleks Swalayan Karsa Utama Kota Gorontalo dihebohka  dengan laporan penemuan tas warna hitam yang mencurigakan di samping swalayan tersebut.

Kabid Humas AKBP Wahyu  Tri Cahyono ,SIK mengatakan bahwa baru saja dirinya mendapatkan informasi dari Kapolres Gorontalo Kota Akbp Yan Budi Jaya, SIK,. MH bahwa ada laporan tas mencurigakan yang ditaruh disamping swalayan Karsa Utama.

“Saya mendapatkan informasi dari Kapolres Gorontalo kota bahwa ada laporan masyarakat tentang adanya tas warna hitam yang mencurigakan ditaruh di samping swalayan Karsa Utama,  menurut kapolres bahwa informasi tersebut diperoleh  dari seorang penjual nasi bernama Asnah umar (62th) yang mengatakan bahwa  sekitar pukul  08.00 wita datang seorang laki laki (mr X’) mau beli rokok.

Namun saat akan bayar mr X merogoh saku nya dan mengatakan DOMPET nya ketinggalan,  lalu dia menanyakan lokasi Kodim ,Dan sambil berkata akan cari dompetnya. Lalu mr X pergi meninggalkan lokasi sambil meninggalkan TAS di TKP , karena mencurigakan pukul 10.00 wita ibu Asnah Umar menghubungi Polres sehingga sesuai SOP tim Gegana dihadirkan,”kata Wahyu.

Setelah dilakukan langkah-langkah pengamanan oleh Tim Gegana Brimob ternyata tas hitam tersebut berisi beberapa lembar pakaian,jelas Wahyu.

“Terkait ini pertama saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, tetap tenang dan jangan takut dengan berbagai ancaman teror karena itulah tujuan para pelaku teror yakni membuat keresahan di masyarakat, namun demikian masyarakat harus tetap waspada, lebih peka terhadap lingkungan sekitar jika ada orang atau kelompok orang yang gerak geriknya mencurigakan agar segera dilaporkan, begitu juga para ketua RT, RW, Kepala Dusun hingga Kepala Desa agar proaktif mendatakan warganya khususnya warga pendatang baru termasuk penghuni kos-kosan maupun kontrakan, kita secara internal juga terus meningkatkan patroli demi tetap terjaganya keamanan di wilayah Gorontalo, pesan wahyu.

“Selain itu saya minta waspada terhadap pengaruh di media sosial bagaimana para pelaku teror memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan ajarannya, disamping itu kami berharap para Ulama Gorontalo juga ikut andil dalam memberikan pencerahan yang benar kepada masyarakat tentang apa itu Jihad sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan agama secara benar dan tidak terpengaruh oleh paham radikal, tutup wahyu.

Penulis         : Wahyu Tri Cahyono

Editor           : Mulyono

Publish         : Wahyu Tri Cahyono

Author: Sri Firda Ulfiah
Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X